Indonesia merupakan negara kepulauan yang terletak di antera benua Asia dan Eropa. Oleh  sebab itu Indonesia menjadi jalur yang strategis dalam perdagangan.  Sejak rakyat Indonesia mulai mengenal tentang perdagangan, perekonomian di Indonesia sedikit demi sedikit mulai meningkat. Ini terbukti dengan dibangunnya pelabuhan-pelabuhan bertaraf internasional seperti pelabuhan di Banten, Goa, Sunda kelapa (Jakarta) dll.

Selain dibidang perdagangan, kekuasaan dan kakayaan kerajaan-kerajaan di Indonesia juga sudah bersumber pada perniagaan seperti kerajaan-kerajaan di Sumatra. Sedangkan di pulau jawa, kekuasaan dan kekayaan kerajaan bersumber dari bidang pertanian dan perniagaan. Dimasa Pra Kolonial bidang perniagaan yang lebih dominan dibanding yang lainnya. Namun secara keseluruhan bidang Pertanian dan perniagaan yang sangat mempengaruhi perkembangan perekonomian Indonesia bahkan hingga saat ini.

Kejayaan perekonomian Indonesia dibagi dalam Empat masa Yaitu: Sebelum Kemerdekaan, Orde Lama, Orde Baru dan Masa Reformasi.

  1. Sebelum Kemerdekaan

Sebelum merdeka, Indonesia pernah dijajah oleh beberapa negara. Yaitu Portugis, Belanda, Inggris dan Jepang. Namun yang paling lama menduduki Indonesia adalah Belanda selama 350 tahun. Pada masa ini terdapat beberapa kongsi dagang dari Spanyol dan Portugis. Namun yang jadi pemenangnya adalah VOC dari Belanda.

 

Vereenigde Oost-Indische Compagnie (VOC) adalah sebuah perusahaan yang didirikan dengan tujuan untuk menghindari persaingan antar sesama pedagang Belanda, sekaligus untuk menyaingi perusahaan imperialis lain seperti EIC (Inggris).

Hak-hak istimewa yang dimiliki VOC setara dengan kekuasaan sebuah negara, hak-hak itu antara lain:

  • Hak mencetak Uang
  • Hak mengangkat dan memberhentikan pegawai
  • Hak menyatakan perang dan damai
  • Hak untuk membuat angkatan bersenjata sendiri
  • Hak untik membuat perjanjian dengan raja-raja

Karena banyaknya perlawanan yang melawan VOC serta faktor-faktor negatif  lainnya seperti Korupsi dan manajemen yang buruk, pada tahun 1795 VOC bangkrut. Belum sempat pemerintah memulihkan perekonomian, pada tahun 1811-1816

  1. Orde Lama

Pada masa ini, keadaan perekonomian Indonesia sangat buruk, disebabkan oleh Inflasi yang sangat tinggi, serta beredarnya tiga mata uang yang tidak terkendali. Mata uang tersebut antara lain mata uang De Javasche, mata uang ppemerintah Hindia-Belanda dan mata uang pada jaman kependudukan Jepang. Kemuadian tangggal 4 maret 1946 pasukan sekutu mengumumkan berlakunya mata uang NICA didearah-daerah yang dikuasai sekutu. Dan pemerintah RI juga mengeluarkan mata uang ORI sebagai pengganti mata uang jepang.

  1. Orde Baru

Pada awal orde baru, pemerintah berusaha untuk menstabilisasikan perekonomian dengan membuat program pengendalian inflasi, penyelamatan keuangan negara dan pengamanan kebutuhan pokok rakyat. Pada masa ini pemerintah menggunakan kebijakan-kebijakan teori dari Keynes. Kebijakan ekonominya diarahkan pada pembangunan di segala bidang, tercermin dalam 8 jalur pemerataan :

kebutuhan pokok, pendidikan dan kesehatan, pembagian pendapatan, kesempatan kerja, kesempatan berusaha, partisipasi wanita dan generasi muda, penyebaran pembangunan, dan peradilan.

  1. Reformasi

Pada masa ini tidak ada manuver-manuver yang berarti dalam perekonomian indonesia. Di masa pemerintahan presiden Megawati membuat kebijakan-kebijakan untuk mengatasi persoalan ekonomi. Antara lain meminta penundaan pembayaran hutang pada pertemuan Paris Club ke-3 dan Kebijakan privatisasi BUMN

Sedangkan pada masa pemerintahan presiden SBY membuat kebijakan pertama yaitu mengurangi subsidi BBM atau menaikkan harga BBM. Anggaran tersebut dialihkan ke bidang pendidikan dan kesehatan. Kemudian pada bulan oktober 2006 pemerintah melunasi seluruh hutang pada IMF.

Paradigma Pembangunan Perekonomian Indonesia

Masalah pembangunan perekonomian diIndonesia sangat banyak, mulai dari deflasi dan inflasi, hingga masalah penganguran dan kemiskinan pun masih sangat tinggi. Berikut adalah beberapa permasalahan ekonomi Indonesia yang masih muncul saat ini dijadikan fokus program ekonomi 2008-2009 yang tertuang dalam Inpres Nomor 5 tahun 2008 yang memuat berbagai kebijakan ekonomi yang menjadi target pemerintah yang dapat dikelompokkan ke dalam 8 bidang yaitu:

°         Investasi

°         Ekonomi makro dan keuangan

°         Ketahanan energi

°         Sumber daya alam dan lingkungan dan pertanian

°         Pemberdayaan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM)

°         Pelaksanaan komitmen masyarakat ekonomi ASEAN

°         Infrastruktur

°         Ketenagakerjaan dan ketransmigrasian

Pemerintah dalam mengalami masalah-masalah tersebut juga mengalami keberhasilan diantaranya adalah dalam masa orde baru berhasil mencapai pertumbuhan ekonomi yang tinggi (rata-rata 7% pada kurun waktu awal 1990-an hingga pertengahan 1990-an), sehingga Indonesia pernah dikategorikan sebagai “Macan Asia” oleh Bank Dunia.

Sistem Perencanaan Pembangunan Indonesia

Tahap pembangunan perekonomian menurut Rostow ada 5 yaitu:

  1. Masyarakat Tradisional

Sistem perekonomian yang mendominasi tahap ini adalah pertanian dan cara bertaninya masih menggunakan alat tradisional

  1. Pra kondisi tinggal landas

Masa transisi masyarakat mempersiapkan untuk mencapai pertumbuhan atas kekuatan sendiri

  1. Tinggal landas

Tahap pertumbuhan ekonomi yang dinamis, kemajuan pesay dalam inovasi dan terbukanya pasar-pasar baru

  1. Menuju kedewasaan

Pada tahap ini masyarakat sudah secara efektif mengguanakan teknologi hampir di setiap kegiatan produksi

  1. Era Konsumsi tinggi

Pada tahap terakhir ini, sebagian besar masyarakat hidup makmur.  Menurut Rostow masyarakat yang berada pada tahapan ini adalah masyarakat Barat dan Utara

Dalam tahapan ini, Indonesia berada pada tahap Masyarakat Tradisional karena Indonesia masih dalam proses perkembangan pembangunan. Bukan hanya pembangunan infrastuktur saja, tetapi juga peningkatan kualitas sumber daya manusianya juga.

Source: id.wikipedia.com / onlinebuku.com

 

Tenny Ramandha Febrina

27211073

1EB15